Pernahkah Anda memperhatikan posisi bioskop ketika sedang berkunjung ke pusat perbelanjaan? Kalau diperhatikan, sebagian besar bioskop justru berada di lantai atas, bukan di lantai dasar seperti toko, minimarket, atau restoran. Bahkan, ada pusat perbelanjaan yang menempatkan bioskop di lantai paling atas atau beberapa lantai di atas area pertokoan.
Hal ini tentu membuat penasaran. Apakah bioskop memang sengaja ditempatkan di lantai atas? Atau sebenarnya ada alasan khusus yang berkaitan dengan desain bangunan, keamanan, hingga kebutuhan operasional bioskop?
Ternyata, posisi bioskop di lantai atas bukan sekadar kebetulan. Ada beberapa pertimbangan yang membuat lokasi tersebut lebih ideal untuk sebuah bioskop. Mulai dari kebutuhan ruangan yang besar, suara yang dihasilkan, akses pengunjung, sampai pertimbangan bisnis pusat perbelanjaan.
Berikut beberapa alasan mengapa bioskop sering berada di lantai atas.
1. Membutuhkan Ruangan yang Sangat Luas
Salah satu alasan paling sederhana adalah karena bioskop membutuhkan area yang cukup besar. Dalam satu kompleks bioskop, bukan hanya terdapat ruang untuk menonton film. Ada banyak ruangan lain yang juga harus tersedia, seperti lobi, area pembelian tiket, tempat penjualan makanan dan minuman, toilet, ruang staf, ruang proyektor, hingga beberapa studio dengan ukuran yang berbeda.
Jika sebuah bioskop memiliki beberapa studio sekaligus, kebutuhan ruangnya tentu semakin besar. Karena itu, pengelola pusat perbelanjaan biasanya menyediakan area yang luas dan relatif kosong untuk dijadikan lokasi bioskop.
Lantai atas sering menjadi pilihan karena area tersebut lebih mudah dirancang sebagai ruang besar tanpa terlalu mengganggu pembagian toko-toko di lantai bawah. Sementara itu, lantai dasar biasanya lebih banyak digunakan untuk toko yang membutuhkan akses langsung dari pengunjung.
Selain itu, bentuk ruangan bioskop juga tidak selalu cocok dengan pola ruang toko pada umumnya. Studio membutuhkan ruangan yang lebar dan tinggi dengan tata letak tempat duduk bertingkat. Karena itu, menempatkan bioskop di area khusus seperti lantai atas menjadi pilihan yang lebih praktis.
2. Bioskop Tidak Membutuhkan Akses Langsung dari Jalan
Berbeda dengan restoran, minimarket, toko pakaian, atau gerai makanan, bioskop biasanya tidak terlalu bergantung pada akses langsung dari luar gedung.
Pengunjung yang ingin menonton film memang harus masuk ke dalam gedung terlebih dahulu, membeli tiket, kemudian menuju studio. Artinya, bioskop tidak harus berada di lantai dasar agar mudah ditemukan dari luar.
Justru, kondisi ini memberikan keuntungan bagi pengelola pusat perbelanjaan. Lantai dasar dapat digunakan untuk bisnis yang lebih membutuhkan visibilitas tinggi. Toko-toko tersebut bisa langsung terlihat oleh pengunjung sejak pertama kali memasuki mal.
Bioskop tetap dapat menarik pengunjung meskipun berada beberapa lantai di atas karena orang yang datang memang sudah memiliki tujuan untuk menonton film. Mereka biasanya tidak keberatan menggunakan eskalator atau lift untuk mencapai lokasi bioskop.
3. Suara dari Bioskop Bisa Lebih Mudah Dikendalikan
Alasan lain yang cukup penting adalah masalah suara.
Studio bioskop menggunakan sistem audio dengan volume yang cukup tinggi untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih nyata. Suara ledakan, musik, dialog, hingga efek suara dalam film tentu dapat menghasilkan getaran dan kebisingan.
Bayangkan jika studio bioskop berada tepat di sebelah toko pakaian, restoran, atau kantor. Suara dan getaran tersebut berpotensi mengganggu aktivitas bisnis di sekitarnya.
Dengan menempatkan bioskop di lantai atas, pengelola dapat membuat area yang lebih terpisah dari aktivitas umum di dalam pusat perbelanjaan. Dinding, lantai, dan struktur bangunan juga dapat dirancang dengan material khusus untuk membantu mengurangi perpindahan suara.
Bukan berarti bioskop di lantai atas otomatis tidak menghasilkan suara yang terdengar ke area lain. Namun, posisi tersebut dapat membantu pengelola membuat zona bioskop yang lebih terisolasi.
4. Struktur Bangunan Bisa Disesuaikan dengan Kebutuhan Bioskop
Studio bioskop memiliki kebutuhan struktur yang berbeda dari ruangan biasa. Salah satunya adalah kebutuhan terhadap ketinggian ruangan.
Tempat duduk bioskop biasanya dibuat bertingkat agar penonton yang berada di belakang tetap dapat melihat layar dengan jelas. Ditambah lagi dengan adanya layar besar dan ruang untuk sistem proyeksi, studio membutuhkan ketinggian tertentu.
Karena itu, area bioskop sering membutuhkan ruang dengan struktur yang lebih tinggi dibandingkan toko biasa. Lantai atas dapat dirancang sejak awal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada tahap pembangunan pusat perbelanjaan, area yang akan digunakan untuk bioskop biasanya sudah diperhitungkan dari sisi struktur. Pengembang dapat menyesuaikan ukuran kolom, bentang ruangan, ketinggian plafon, serta kebutuhan teknis lainnya.
Dengan kata lain, posisi bioskop di lantai atas bukan berarti karena ruangan di sana "tersisa", tetapi memang dapat direncanakan sejak awal sebagai area yang sesuai untuk kebutuhan bioskop.
5. Lebih Mudah Memisahkan Area Bioskop dari Aktivitas Mal
Bioskop memiliki pola aktivitas yang sedikit berbeda dengan toko pada umumnya. Toko biasanya aktif sejak pusat perbelanjaan dibuka dan pengunjung datang sepanjang hari.
Sementara itu, bioskop memiliki jam ramai yang berbeda. Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada sore hingga malam hari, terutama ketika ada film baru yang sedang populer. Akhir pekan juga menjadi waktu yang cukup ramai bagi bioskop.
Karena aktivitasnya berbeda, pengelola mal dapat menempatkan bioskop di area yang lebih terpisah dari zona pertokoan. Lantai atas menjadi pilihan yang cukup masuk akal karena pengunjung bioskop dapat langsung menuju area tersebut tanpa harus memenuhi seluruh area pertokoan.
Hal ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung. Setelah sampai di area bioskop, mereka bisa fokus pada aktivitas membeli tiket, membeli makanan, dan masuk ke studio tanpa terlalu banyak gangguan dari aktivitas toko lainnya.
6. Sekalian Membuat Pengunjung Berkeliling Mal
Ada alasan bisnis yang menarik di balik penempatan bioskop di lantai atas.
Bioskop merupakan salah satu fasilitas yang bisa menjadi daya tarik utama sebuah pusat perbelanjaan. Ketika pengunjung datang untuk menonton film, mereka harus melewati area mal terlebih dahulu sebelum mencapai bioskop.
Perjalanan tersebut secara tidak langsung membuat pengunjung melewati berbagai toko dan restoran. Tidak sedikit orang yang akhirnya mampir membeli makanan, minuman, atau berbelanja sebelum maupun setelah menonton film.
Misalnya, seseorang datang ke mal untuk menonton film pada pukul 19.00. Karena jadwal film masih satu jam lagi, ia mungkin memilih makan malam terlebih dahulu. Setelah film selesai, ia bisa saja mampir membeli minuman atau berjalan-jalan sebentar sebelum pulang.
Dengan begitu, keberadaan bioskop dapat membantu meningkatkan aktivitas pengunjung di berbagai area pusat perbelanjaan.
7. Area Bioskop Bisa Menjadi "Anchor" di Mal
Dalam dunia properti dan pusat perbelanjaan, terdapat istilah anchor tenant. Sederhananya, anchor tenant adalah bisnis atau fasilitas yang mampu menarik banyak pengunjung ke sebuah pusat perbelanjaan.
Bioskop termasuk salah satu fasilitas yang sering berperan sebagai daya tarik tersebut. Orang mungkin datang ke mal bukan karena ingin berbelanja, tetapi karena ingin menonton film.
Karena memiliki daya tarik tersendiri, bioskop tidak harus berada di lantai dasar untuk mendapatkan pengunjung. Justru, keberadaannya di lantai atas dapat membantu membawa pengunjung menuju bagian gedung yang mungkin sebelumnya tidak terlalu ramai.
Dari sisi pengelola mal, hal ini cukup menguntungkan. Area lantai atas yang jauh dari pintu masuk tetap memiliki potensi untuk mendapatkan lalu lintas pengunjung.
8. Lebih Mudah Membuat Area Bioskop yang Privat
Menonton film membutuhkan suasana yang cukup tenang dan minim gangguan. Pengunjung tidak ingin suara dari restoran atau aktivitas toko terdengar jelas ketika sedang menikmati film. Karena itu, bioskop membutuhkan area yang relatif tertutup dan terpisah dari aktivitas pusat perbelanjaan.
Penempatan di lantai atas membuat pengelola lebih mudah menciptakan zona khusus. Setelah melewati lobi bioskop, pengunjung akan memasuki area yang suasananya berbeda dari lantai pertokoan. Hal ini juga membantu memberikan pengalaman yang lebih eksklusif. Pengunjung bisa menunggu film, membeli makanan, atau berbincang bersama teman tanpa harus bercampur terlalu banyak dengan keramaian area toko.
9. Pertimbangan Keamanan dan Evakuasi
Meski berada di lantai atas, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam pembangunan bioskop. Studio biasanya memiliki beberapa pintu keluar dan jalur evakuasi yang dirancang berdasarkan kapasitas pengunjung.
Pengelola juga harus memastikan akses menuju tangga darurat, koridor, lift, serta pintu keluar dapat digunakan dengan baik. Hal ini penting karena jumlah penonton dalam satu sesi dapat mencapai puluhan hingga ratusan orang.
Jadi, penempatan bioskop di lantai atas bukan berarti mengabaikan faktor keselamatan. Sebaliknya, lokasi tersebut harus dirancang dengan memperhatikan standar keselamatan bangunan dan kebutuhan evakuasi.
Pada bangunan modern, area bioskop biasanya sudah memiliki akses yang dirancang agar pengunjung dapat keluar dengan aman dalam kondisi darurat.
10. Membuat Lantai Dasar Lebih Efektif untuk Bisnis
Lantai dasar biasanya merupakan bagian pusat perbelanjaan yang paling mudah diakses. Pengunjung dapat langsung melihat toko-toko yang berada di area tersebut ketika memasuki gedung.
Karena memiliki tingkat visibilitas yang tinggi, lantai dasar menjadi lokasi yang sangat berharga bagi bisnis retail. Toko fashion, kosmetik, restoran, supermarket, dan berbagai jenis usaha lainnya bisa mendapatkan keuntungan dari posisi tersebut.
Sementara itu, bioskop memiliki karakter yang berbeda. Pengunjung tetap akan mencarinya meskipun berada di lantai atas. Karena itu, ruang di lantai dasar dapat dimanfaatkan untuk bisnis yang lebih membutuhkan akses langsung.
Pembagian seperti ini membuat penggunaan ruang dalam pusat perbelanjaan menjadi lebih efisien.
Apakah Semua Bioskop Harus Berada di Lantai Atas?
Walaupun bioskop sering ditemukan di lantai atas, sebenarnya tidak ada aturan yang menyatakan bahwa semua bioskop harus berada di lokasi tersebut.
Ada juga bioskop yang berada di lantai dasar, lantai bawah tanah, bahkan bangunan yang berdiri sendiri di luar pusat perbelanjaan. Penempatan tersebut bergantung pada desain gedung, konsep bisnis, luas lahan, kebutuhan struktur, dan strategi pengelola.
Bioskop di pusat perbelanjaan biasanya ditempatkan di lantai atas karena kombinasi beberapa alasan yang sudah disebutkan sebelumnya. Sementara itu, bioskop yang berada di bangunan tersendiri dapat memiliki desain yang lebih fleksibel karena seluruh bangunan memang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut.
Jadi, kalau selama ini Anda mengira bioskop selalu berada di lantai atas karena alasan tertentu yang sederhana, ternyata pertimbangannya cukup banyak.
Bioskop yang sering berada di lantai atas pusat perbelanjaan ternyata bukan tanpa alasan. Ada berbagai pertimbangan yang membuat lokasi tersebut menjadi pilihan yang efektif, mulai dari kebutuhan ruangan yang luas, struktur bangunan, pengendalian suara, hingga strategi bisnis pusat perbelanjaan.
Bioskop juga tidak terlalu membutuhkan akses langsung dari luar gedung karena pengunjung biasanya memang datang dengan tujuan khusus untuk menonton film. Kondisi ini membuat lantai atas dapat digunakan untuk bioskop, sementara lantai dasar dimanfaatkan oleh toko dan bisnis yang lebih membutuhkan visibilitas tinggi.
Selain itu, keberadaan bioskop di lantai atas dapat membuat pengunjung melewati berbagai area pertokoan sebelum sampai ke tujuan. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memberikan keuntungan bagi bisnis lain yang berada di dalam pusat perbelanjaan.
Jadi, saat Anda naik eskalator menuju bioskop di lantai atas, sebenarnya ada banyak pertimbangan desain, teknis, dan bisnis di balik lokasi tersebut. Bukan sekadar karena bioskop membutuhkan tempat yang luas, tetapi juga karena posisi tersebut dapat memberikan pengalaman yang nyaman bagi penonton sekaligus membantu pusat perbelanjaan memanfaatkan ruangnya secara lebih efektif.
Jika Anda ingin mendapatkan properti yang dekat dengan kawasan strategis, Ray White Kebayoran Barito hadir untuk membantu Anda. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Segera hubungi Ray White Kebayoran Barito di (021) 724-1333 untuk mendapatkan berbagai penawaran properti yang sangat menarik. Miliki properti mewah dan strategis bersama Ray White Kebayoran Barito! Anda juga bisa kunjungi website Ray White Kebayoran Barito dihttps://kebayoranbarito.raywhite.co.id/.
Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)
Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)