logo-raywhite-offcanvas

27 Aug 2026 NEWS 8 min read
Alasan Banyak Orang Indonesia Lebih Memilih Tinggal di Rumah daripada Apartemen

Alasan Banyak Orang Indonesia Lebih Memilih Tinggal di Rumah daripada Apartemen

Di tengah perkembangan kota yang semakin padat, apartemen sebenarnya menawarkan banyak kemudahan. Lokasinya biasanya berada di kawasan strategis, dekat dengan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga transportasi umum. Hunian vertikal juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di kota-kota besar.

Meski begitu, rumah tapak masih menjadi pilihan favorit bagi banyak masyarakat Indonesia. Bagi sebagian orang, memiliki rumah bukan hanya soal mempunyai tempat untuk tinggal, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, privasi, ruang untuk keluarga, hingga rasa memiliki terhadap sebuah hunian.

Hal ini membuat rumah dan apartemen memiliki daya tarik yang berbeda. Apartemen mungkin lebih praktis untuk masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, sedangkan rumah menawarkan ruang yang lebih fleksibel untuk kehidupan sehari-hari.

Lantas, mengapa banyak orang Indonesia masih lebih memilih tinggal di rumah dibandingkan apartemen? Berikut beberapa alasannya.

Rumah Memberikan Ruang yang Lebih Luas

Salah satu alasan utama orang Indonesia memilih rumah adalah karena ruang yang tersedia biasanya lebih luas. Rumah tapak memiliki halaman, area parkir pribadi, teras, hingga ruang tambahan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bagi keluarga yang memiliki anak, ruang yang lebih luas tentu menjadi pertimbangan penting. Anak-anak dapat bermain di halaman atau ruang keluarga tanpa harus bergantung pada fasilitas bersama yang tersedia di apartemen.

Kondisi ini juga memberikan keleluasaan bagi pemilik rumah untuk mengatur ruangan. Jika suatu saat membutuhkan kamar tambahan, ruang kerja, gudang, atau area untuk menjalankan usaha dari rumah, pemilik masih memiliki kesempatan untuk melakukan renovasi sesuai kondisi bangunan dan lahannya.

Sementara itu, apartemen memiliki keterbatasan ruang karena luas unit sudah ditentukan sejak awal. Penghuni memang dapat menata furnitur dan dekorasi sesuai selera, tetapi tidak bisa sebebas pemilik rumah ketika ingin mengubah struktur hunian. Karena itu, bagi masyarakat yang mengutamakan ruang gerak dan fleksibilitas, rumah sering dianggap lebih nyaman untuk jangka panjang.

Lebih Nyaman untuk Keluarga

Budaya tinggal bersama keluarga masih cukup kuat di Indonesia. Tidak sedikit keluarga yang memilih tinggal bersama orang tua, pasangan, dan anak dalam satu rumah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap hunian yang lebih luas menjadi semakin penting.

Rumah tapak biasanya lebih mudah mengakomodasi kebutuhan tersebut. Setiap anggota keluarga bisa memiliki ruang pribadi tanpa harus mengorbankan area bersama seperti ruang tamu, ruang makan, atau halaman.

Selain itu, rumah juga memungkinkan keluarga untuk melakukan berbagai aktivitas bersama dengan lebih leluasa. Mengadakan acara keluarga, menerima tamu, atau sekadar berkumpul di halaman dapat dilakukan tanpa terlalu memikirkan keterbatasan area. Hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi banyak keluarga Indonesia, suasana tersebut merupakan bagian penting dari kenyamanan sebuah rumah.

Privasi Lebih Terjaga

Privasi menjadi alasan lain mengapa rumah masih banyak diminati. Tinggal di rumah tapak membuat penghuni memiliki batas yang lebih jelas antara ruang pribadi dan lingkungan sekitar. Pada apartemen, penghuni biasanya tinggal berdampingan dengan banyak unit lainnya dalam satu gedung. 

Suara dari unit sebelah, aktivitas di lorong, hingga penggunaan fasilitas bersama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Memang, apartemen modern sudah memiliki berbagai sistem untuk menjaga kenyamanan penghuni. Namun, bagi orang yang terbiasa tinggal di rumah, suasana tersebut tetap terasa berbeda.

Rumah memberikan kebebasan yang lebih besar untuk menikmati waktu pribadi. Pemilik dapat bersantai di teras, berkebun, atau melakukan kegiatan rumah tangga tanpa harus terlalu sering berinteraksi dengan penghuni lain. Bagi keluarga yang menyukai suasana tenang dan lebih privat, keunggulan ini menjadi nilai tambah yang cukup besar.

Bisa Memiliki Halaman dan Area Terbuka

Keberadaan halaman menjadi salah satu keunggulan rumah yang sulit digantikan oleh apartemen. Tidak harus luas, halaman kecil di bagian depan atau belakang rumah sudah bisa memberikan suasana yang berbeda. Area tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, membuat taman kecil, menanam tanaman hias, membuat kolam ikan minimalis, atau menyediakan tempat bermain untuk anak.

Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah dengan iklim tropis, keberadaan area terbuka juga dapat membantu menciptakan suasana rumah yang lebih segar. Jendela yang menghadap ke taman atau halaman dapat memberikan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Apartemen memang biasanya menyediakan balkon atau fasilitas ruang terbuka bersama. Namun, area tersebut tentu tidak memberikan kebebasan yang sama seperti halaman pribadi di rumah.

Lebih Bebas Merenovasi Rumah

Keinginan untuk mengubah tampilan rumah juga menjadi salah satu alasan masyarakat lebih memilih rumah tapak. Pemilik rumah umumnya memiliki keleluasaan lebih besar untuk melakukan renovasi selama tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.

Ketika kebutuhan keluarga berubah, rumah dapat disesuaikan. Misalnya, kamar tidur bisa ditambah ketika anggota keluarga bertambah. Ruang kosong dapat diubah menjadi ruang kerja atau area bermain anak. Pemilik juga dapat mengubah tampilan rumah sesuai selera. Mulai dari mengganti warna cat, membuat taman, memperbarui dapur, hingga menambahkan kanopi di area parkir.

Pada apartemen, renovasi tentu tetap memungkinkan, tetapi ada aturan dari pengelola gedung yang harus diperhatikan. Penghuni tidak bisa sembarangan mengubah struktur unit karena dapat berpengaruh terhadap instalasi maupun keamanan bangunan. Kebebasan inilah yang membuat rumah terasa lebih personal bagi pemiliknya.

Tidak Bergantung pada Fasilitas Bersama

Apartemen biasanya menawarkan berbagai fasilitas seperti kolam renang, gym, taman, area bermain, hingga ruang serbaguna. Fasilitas tersebut memang menjadi salah satu daya tarik utama hunian vertikal. Namun, penggunaan fasilitas bersama berarti penghuni harus berbagi dengan orang lain. Pada waktu-waktu tertentu, fasilitas tersebut bisa menjadi ramai sehingga kurang nyaman bagi sebagian orang.

Di rumah, pemilik dapat menentukan sendiri fasilitas apa yang ingin dimiliki. Jika ingin membuat taman, kolam ikan, tempat bermain anak, atau ruang olahraga kecil, semuanya dapat disesuaikan dengan luas lahan dan anggaran. Bahkan, area sederhana seperti teras dapat menjadi tempat bersantai bersama keluarga tanpa harus keluar rumah.

Rumah Dianggap Sebagai Aset Jangka Panjang

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, membeli rumah bukan sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Rumah juga dianggap sebagai salah satu bentuk aset yang dapat dimiliki dalam jangka panjang.

Pemilik rumah memiliki tanah dan bangunan yang dapat digunakan selama bertahun-tahun. Nilai properti juga berpotensi meningkat apabila berada di kawasan yang berkembang dan memiliki akses yang semakin baik.

Rumah kemudian bisa diwariskan kepada anak atau anggota keluarga lainnya. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi orang yang membeli properti bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

Apartemen juga tentu dapat menjadi aset investasi. Namun, terdapat berbagai faktor yang perlu diperhitungkan, seperti usia bangunan, biaya pengelolaan, kondisi gedung, serta perkembangan kawasan. Karena itu, sebagian masyarakat merasa rumah tapak lebih sesuai dengan tujuan kepemilikan aset jangka panjang.

8. Lebih Mudah Menyesuaikan dengan Gaya Hidup

Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada keluarga yang membutuhkan garasi untuk dua mobil, ada yang ingin memiliki taman, sementara keluarga lain mungkin membutuhkan ruang usaha di rumah.

Rumah tapak menawarkan fleksibilitas untuk menyesuaikan hunian dengan kebutuhan tersebut. Misalnya, bagian depan rumah dapat digunakan sebagai tempat usaha kecil. Garasi dapat dibuat lebih luas. Bagian belakang rumah bisa digunakan untuk dapur tambahan atau taman.

Fleksibilitas seperti ini membuat rumah lebih mudah mengikuti perubahan gaya hidup pemiliknya. Sementara itu, apartemen cenderung memiliki fungsi ruang yang lebih terbatas. Unit biasanya dirancang agar praktis dan efisien, sehingga cocok untuk kebutuhan tertentu tetapi belum tentu sesuai bagi semua keluarga.

Cocok untuk Mereka yang Sudah Berkeluarga

Apartemen sering menjadi pilihan menarik bagi pekerja muda, mahasiswa, pasangan baru, atau orang yang memiliki aktivitas tinggi di pusat kota. Lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap membuat apartemen praktis untuk kehidupan sehari-hari.

Namun, ketika seseorang mulai berkeluarga, kebutuhan terhadap ruang biasanya ikut berubah. Kehadiran anak membuat orang tua membutuhkan kamar tambahan, area bermain, ruang penyimpanan, hingga lingkungan yang nyaman.

Pada kondisi tersebut, rumah tapak sering dianggap lebih cocok. Keluarga dapat memiliki ruang yang lebih fleksibel dan tidak terlalu bergantung pada fasilitas bersama. Tidak heran jika sebagian orang memilih tinggal di apartemen ketika masih lajang, kemudian berpindah ke rumah setelah menikah atau memiliki anak.

Rumah masih menjadi pilihan favorit banyak masyarakat Indonesia karena menawarkan ruang yang lebih luas, privasi, fleksibilitas renovasi, halaman pribadi, serta kenyamanan untuk keluarga. Selain menjadi tempat tinggal, rumah juga sering dianggap sebagai aset jangka panjang dan bagian dari kehidupan keluarga.

Di sisi lain, apartemen memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari segi lokasi, fasilitas, dan kepraktisan. Karena itu, keputusan memilih rumah atau apartemen sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Hunian yang paling baik adalah tempat yang mampu memberikan rasa nyaman dan sesuai dengan kehidupan penghuninya. Bagi banyak keluarga Indonesia, karakteristik tersebut masih lebih mudah ditemukan pada rumah tapak. Inilah yang membuat rumah tetap menjadi pilihan yang kuat di tengah semakin berkembangnya hunian vertikal di berbagai kota besar.

Jika Anda ingin mendapatkan properti yang dekat dengan kawasan strategis, Ray White Kebayoran Barito hadir untuk membantu Anda. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Segera hubungi Ray White Kebayoran Barito di (021) 724-1333 untuk mendapatkan berbagai penawaran properti yang sangat menarik. Miliki properti mewah dan strategis bersama Ray White Kebayoran Barito! Anda juga bisa kunjungi website Ray White Kebayoran Barito dihttps://kebayoranbarito.raywhite.co.id/.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)