logo-raywhite-offcanvas

15 Oct 2026 NEWS 7 min read
Ukuran Rumah yang Paling Cepat Laku dan Memiliki Resale Value Tinggi di Pasar Properti

Ukuran Rumah yang Paling Cepat Laku dan Memiliki Resale Value Tinggi di Pasar Properti

Memilih rumah bukan hanya soal menentukan lokasi dan desain yang sesuai dengan kebutuhan. Bagi sebagian orang, membeli rumah juga merupakan bentuk investasi jangka panjang yang diharapkan dapat memberikan keuntungan ketika dijual kembali. Karena itu, ukuran rumah menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi pembeli yang ingin memiliki properti dengan nilai jual kembali atau resale value yang tinggi.

Di pasar properti Indonesia, rumah dengan ukuran tertentu cenderung memiliki target pembeli yang lebih luas. Rumah yang terlalu kecil mungkin kurang nyaman bagi keluarga yang sedang berkembang, sedangkan rumah berukuran besar membutuhkan modal awal dan biaya perawatan yang lebih tinggi. Keduanya dapat mempengaruhi minat calon pembeli ketika properti tersebut ditawarkan kembali.

Lantas, ukuran rumah seperti apa yang paling cepat laku dan memiliki potensi resale value tinggi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa tipe rumah dan faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.

Rumah Tipe 36, Pilihan Populer bagi Pembeli Rumah Pertama

Rumah tipe 36 merupakan salah satu pilihan yang cukup dikenal di pasar hunian Indonesia. Dengan luas bangunan 36 meter persegi, rumah ini umumnya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur. Luas tanahnya dapat bervariasi, misalnya 60 hingga 90 meter persegi, tergantung pada proyek perumahan dan lokasi.

Salah satu keunggulan rumah tipe 36 adalah harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan rumah dengan bangunan lebih luas di kawasan yang sama. Hal ini membuatnya menarik bagi pasangan muda, keluarga kecil, maupun pembeli yang baru pertama kali memiliki rumah.

Dari sisi investasi, rumah tipe 36 memiliki peluang untuk dipasarkan kepada kelompok pembeli yang cukup luas, terutama di kawasan dengan permintaan hunian terjangkau. Kebutuhan terhadap rumah pertama dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung minat pasar terhadap tipe ini.

Namun, calon investor perlu memperhatikan kemungkinan keterbatasan ruang. Jika jumlah anggota keluarga bertambah, pemilik mungkin perlu melakukan renovasi atau penambahan ruangan. Oleh karena itu, rumah tipe 36 dengan sisa lahan yang memungkinkan pengembangan dapat menjadi pilihan yang lebih menarik untuk jangka panjang.

Rumah Tipe 45, Seimbang antara Kenyamanan dan Nilai Jual

Jika mencari rumah yang tidak terlalu kecil tetapi tetap memiliki harga yang relatif terjangkau, tipe 45 patut dipertimbangkan. Rumah ini memiliki luas bangunan 45 meter persegi dan dapat dirancang dengan dua kamar tidur berukuran lebih nyaman atau tiga kamar tidur dengan pengaturan ruang yang efisien.

Rumah tipe 45 sering menjadi pilihan bagi pasangan muda yang berencana memiliki anak, keluarga kecil, maupun pembeli yang membutuhkan ruang tambahan untuk bekerja dari rumah. Dengan penataan yang tepat, penghuni dapat menikmati ruang keluarga yang lebih lega tanpa harus membeli rumah berukuran besar.

Dari sudut pandang investasi, tipe 45 menawarkan keseimbangan antara luas bangunan, kenyamanan, dan harga. Ukurannya cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan beberapa segmen pembeli, sehingga berpotensi lebih mudah dipasarkan kembali apabila harga jualnya sesuai dengan kondisi pasar.

Meski demikian, tipe rumah saja tidak menjamin properti akan cepat terjual. Lokasi, kualitas bangunan, akses transportasi, serta fasilitas di sekitar perumahan tetap menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.

Rumah Tipe 60, Menarik bagi Keluarga yang Membutuhkan Ruang Lebih Luas

Rumah tipe 60 memiliki luas bangunan 60 meter persegi dan umumnya menawarkan ruang yang lebih leluasa dibandingkan tipe 36 maupun tipe 45. Dengan perencanaan yang baik, rumah ini dapat memiliki tiga kamar tidur, dua kamar mandi, ruang keluarga, dapur, serta area tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tipe ini menarik bagi keluarga dengan anak, pembeli yang membutuhkan ruang kerja pribadi, atau penghuni yang menginginkan rumah untuk ditempati dalam jangka panjang. Kenyamanan tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika properti ditawarkan kembali.

Rumah tipe 60 juga dapat menarik pembeli yang ingin mengurangi kebutuhan renovasi setelah transaksi. Jika kondisi bangunan terawat dan tata ruangnya sesuai dengan kebutuhan keluarga modern, properti tersebut berpotensi memiliki daya tarik yang baik.

Walaupun demikian, harga rumah tipe 60 biasanya lebih tinggi daripada tipe yang lebih kecil di kawasan yang sama. Karena itu, calon investor perlu menilai kemampuan pasar di lokasi tersebut. Di kawasan dengan daya beli terbatas, rumah yang lebih besar belum tentu lebih cepat terjual dibandingkan rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

Rumah dengan Luas Tanah yang Membantu Pengembangan

Selain luas bangunan, luas tanah juga berperan penting dalam menentukan daya tarik sebuah rumah. Dua rumah dengan luas bangunan yang sama dapat memiliki nilai dan potensi yang berbeda apabila luas tanahnya tidak sama.

Sebagai contoh, rumah dengan bangunan 36 meter persegi di atas tanah 90 meter persegi menyediakan lebih banyak ruang terbuka dibandingkan rumah dengan bangunan serupa di atas tanah 60 meter persegi. Sisa lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk taman, area jemur, ruang bermain anak, atau pengembangan bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi sebagian pembeli, fleksibilitas ini menjadi pertimbangan penting karena kebutuhan ruang dapat berubah seiring waktu. Pemilik juga memiliki peluang untuk meningkatkan fungsi rumah melalui renovasi yang direncanakan dengan baik.

Meski demikian, luas tanah tambahan tidak otomatis meningkatkan nilai jual secara signifikan. Calon pembeli tetap perlu memperhatikan bentuk tanah, akses, kondisi lingkungan, peraturan tata bangunan, serta kemungkinan pengembangan yang benar-benar dapat dilakukan.

Mengapa Rumah Berukuran Sedang Cenderung Menarik bagi Pasar?

Rumah berukuran sedang, seperti tipe 36, 45, dan 60, memiliki karakteristik yang dapat menjangkau kelompok pembeli berbeda. Rumah tipe 36 menarik bagi pembeli yang mengutamakan keterjangkauan, tipe 45 menawarkan keseimbangan antara harga dan kenyamanan, sedangkan tipe 60 memberikan ruang lebih luas bagi keluarga yang membutuhkan fasilitas tambahan.

Rumah dengan ukuran yang sesuai kebutuhan pasar juga berpotensi memiliki lebih banyak calon pembeli. Semakin luas kelompok pembeli yang mampu menjangkau harga sebuah properti, semakin besar pula peluang pemilik menemukan pembeli yang cocok. Namun, hal ini tetap bergantung pada lokasi, harga penawaran, kondisi pasar, dan ketersediaan rumah sejenis.

Sebaliknya, rumah berukuran sangat besar dengan harga tinggi memiliki pasar yang lebih terbatas di sejumlah kawasan. Biaya perawatan, pajak, dan kebutuhan renovasi juga dapat memengaruhi keputusan pembeli. Di kawasan premium dengan permintaan yang kuat, rumah besar tetap dapat memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan demikian, ukuran ideal bukan selalu ukuran terkecil atau terbesar, melainkan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial target pasar di lokasi properti tersebut.

Faktor yang Menentukan Resale Value Selain Ukuran Rumah

Ukuran rumah memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan nilai jual kembali. Ada beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan sebelum membeli properti untuk investasi.

Pertama, lokasi dan aksesibilitas. Rumah yang memiliki akses mudah ke jalan utama, transportasi umum, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas kesehatan cenderung lebih praktis bagi calon penghuni. Kedekatan dengan pusat aktivitas juga dapat mendukung permintaan, meskipun pengaruhnya berbeda di setiap kawasan.

Kedua, kualitas bangunan dan tata ruang. Rumah dengan struktur yang baik, pencahayaan alami, sirkulasi udara memadai, serta pembagian ruang yang fungsional umumnya lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok pembeli. Kondisi bangunan yang terawat juga dapat mengurangi kekhawatiran calon pembeli terhadap biaya renovasi.

Ketiga, legalitas properti. Dokumen kepemilikan yang jelas, kesesuaian perizinan, dan tidak adanya persoalan hukum dapat membantu memperlancar proses transaksi. Sebaliknya, masalah legalitas dapat menghambat penjualan meskipun rumah memiliki ukuran dan lokasi yang menarik.

Keempat, perkembangan lingkungan. Infrastruktur baru, fasilitas umum, pengelolaan kawasan, serta tingkat keamanan dapat mempengaruhi minat terhadap suatu perumahan. Namun, calon investor sebaiknya menilai perkembangan tersebut berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi, bukan hanya janji kenaikan harga.

Rumah tipe 36, 45, dan 60 merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan bagi investor yang mencari properti dengan potensi nilai jual kembali yang baik. Tipe 36 menawarkan keterjangkauan, tipe 45 memberikan keseimbangan antara harga dan kenyamanan, sedangkan tipe 60 menyediakan ruang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, tidak ada ukuran rumah yang selalu paling cepat laku di semua wilayah. Potensi resale value sangat dipengaruhi oleh lokasi, harga beli, kualitas bangunan, legalitas, perkembangan lingkungan, serta kebutuhan pasar setempat.

Oleh karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada luas bangunan. Dengan memilih ukuran yang sesuai dengan target pembeli dan melakukan riset pasar secara cermat, investor dapat meningkatkan peluang memiliki properti yang menarik untuk dijual kembali dalam jangka panjang.

Jika Anda sedang mencari properti yang aman, nyaman dan berada di lokasi strategis,  Anda bisa jatuhkan pilihan ke Ray White CBD Jakarta. Ray White CBD Jakarta hadir untuk membantu Anda berikan solusi properti terbaik. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Dapatkan informasi lebih lanjut di website Ray White CBD Jakarta di https://cbdjakarta.raywhite.co.id/. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Gisela Milenie Erjorena (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)