logo-raywhite-offcanvas

05 Jan 2026 NEWS 6 min read

Cara Ampuh Mencegah Belatung di Tempat Sampah Rumah: Bersih, Sehat, dan Bebas Bau

Tempat sampah seharusnya menjadi area untuk membuang kotoran, bukan sumber masalah baru. Namun sayangnya, banyak orang mengalami kejadian menjijikkan ketika membuka tutup tempat sampah dan ...

Tempat sampah seharusnya menjadi area untuk membuang kotoran, bukan sumber masalah baru. Namun sayangnya, banyak orang mengalami kejadian menjijikkan ketika membuka tutup tempat sampah dan mendapati belatung menggeliat di dalamnya. Belatung adalah larva lalat yang muncul karena adanya sampah organik yang membusuk, terutama sisa makanan, daging, atau buah-buahan. 

Selain membuat mual dan menimbulkan bau menyengat, keberadaan belatung juga bisa menjadi tanda bahwa lingkungan rumah tidak higienis. Kabar baiknya, belatung bisa dicegah dengan cara yang sangat sederhana, asalkan kita tahu langkah yang tepat. 

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa saja penyebab belatung muncul serta berbagai cara yang efektif untuk menghentikan kemunculannya bahkan sebelum mereka sempat menetas!

Kenapa Belatung Bisa Muncul di Tempat Sampah?

Belatung tidak muncul begitu saja. Mereka berasal dari lalat betina yang bertelur di dalam sampah yang basah atau membusuk. Seekor lalat bisa meletakkan hingga ratusan telur hanya dalam waktu beberapa detik, dan selang beberapa jam saja telur tersebut akan berubah menjadi belatung. Itulah mengapa meskipun Anda baru membuang sampah kemarin, pagi ini bisa langsung penuh belatung. 

Biasanya, jenis sampah yang paling cepat mengundang lalat adalah sisa makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, atau sayuran yang sudah membusuk. Apalagi jika tempat sampah tidak memiliki tutup atau jarang dibersihkan, maka peluang lalat bertelur akan semakin besar. Selain itu, cuaca panas juga mempercepat proses pembusukan sehingga telur menetas lebih cepat. Jadi jika Anda tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, risiko belatung muncul tentu lebih tinggi.

Gunakan Kantong Sampah yang Tertutup Rapat

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan sampah tidak dibiarkan terbuka. Karena lalat hanya bisa bertelur di sampah yang terekspos, maka penggunaan kantong sampah dengan posisi terikat rapat akan sangat membantu. Jangan asal memasukkan sampah ke dalam tempat sampah tanpa dibungkus terlebih dahulu. 

Khusus untuk sampah basah seperti sisa makanan, sebaiknya bungkus dua lapis agar baunya tidak keluar dan tidak menarik perhatian lalat. Anda juga bisa menggunakan kantong sampah khusus anti bocor agar cairan dari sisa makanan tidak menetes ke dasar tempat sampah. Intinya, semakin sedikit udara dan bau yang keluar dari sampah, semakin kecil pula kemungkinan lalat mampir untuk bertelur.

Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampur semua jenis sampah dalam satu tempat. Padahal, memisahkan sampah organik dan anorganik bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga efektif mencegah belatung. Sampah plastik, kertas, atau kemasan kering seharusnya tidak digabungkan dengan sisa makanan yang basah dan cepat membusuk. 

Jika memungkinkan, gunakan dua tempat sampah terpisah—satu untuk sampah dapur dan satu lagi untuk sampah kering. Sampah organik sebaiknya dibuang lebih sering, bahkan setiap hari jika memungkinkan. Dengan pemisahan seperti ini, bau dari sampah basah tidak akan bercampur dan tetap terkendali, sehingga tidak menarik perhatian lalat.

Bersihkan Tempat Sampah Secara Rutin

Banyak orang merasa sudah cukup hanya dengan mengosongkan tempat sampah, padahal bagian dalam tempat sampah tetap bisa menjadi sarang belatung jika tidak dibersihkan. Cairan dari sisa makanan seringkali menempel di dasar atau dinding tempat sampah dan menjadi tempat yang ideal bagi telur lalat untuk berkembang. 

Oleh karena itu, setidaknya seminggu sekali tempat sampah harus dicuci menggunakan sabun dan air panas. Jika ingin hasil lebih maksimal, Anda bisa menambahkan sedikit cuka putih atau cairan pemutih (bleaching) untuk membunuh bakteri serta menetralisir bau busuk. Setelah dicuci, keringkan tempat sampah dengan baik sebelum digunakan kembali, karena kondisi lembap juga bisa memicu pertumbuhan belatung.

Taburkan Baking Soda atau Kapur Anti Serangga

Selain membersihkan secara rutin, Anda juga bisa memberikan perlindian tambahan dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Misalnya dengan menaburkan baking soda di dasar tempat sampah sebelum memasukkan kantong sampah. Baking soda bekerja menyerap bau dan menghambat proses pembusukan sehingga lalat tidak tertarik untuk mendekat. 

Alternatif lainnya adalah menggunakan kapur anti serangga yang biasa ditempel di dinding. Anda bisa menggantung atau menempelkannya di dekat tempat sampah sebagai penghalang agar lalat tidak mendekat. Jika ingin versi alami, Anda bisa memasukkan kulit jeruk, serai, atau daun pandan ke dalam tempat sampah karena aromanya tidak disukai lalat.

Jangan Tunda Membuang Sampah

Kebiasaan menumpuk sampah terlalu lama adalah penyebab utama belatung muncul. Meskipun kantong sampah sudah tertutup rapat, semakin lama sampah disimpan maka semakin besar kemungkinan lalat menemukan celah untuk masuk. Idealnya, sampah dapur dibuang setiap hari, terutama jika mengandung sisa makanan basah. 

Kalau Anda tinggal di apartemen atau rumah bertingkat, sediakan jadwal rutin untuk membawa turun sampah setiap malam agar tidak menumpuk hingga berhari-hari. Jika malas membuang sampah setiap hari, Anda bisa menggunakan freezer sementara untuk menyimpan sisa daging atau ikan hingga waktu pembuangan cara ini sering dilakukan oleh orang luar negeri untuk mencegah bau dan belatung.

Gunakan Tempat Sampah dengan Tutup Otomatis

Kemajuan teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan rumah. Saat ini sudah banyak tempat sampah dengan sensor otomatis yang terbuka hanya ketika tangan mendekat dan langsung tertutup kembali setelah digunakan. Desain seperti ini sangat efektif karena tidak memberi kesempatan bagi lalat untuk masuk. 

Selain itu, penutup otomatis juga membantu menjaga bau sampah tetap terkunci di dalam sehingga ruangan tidak bau. Jika belum ingin membeli tempat sampah otomatis, pastikan setidaknya tempat sampah yang digunakan memiliki tutup rapat dan tidak longgar.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Belatung Sudah Terlanjur Muncul?

Kalau belatung sudah muncul, jangan panik. Cara paling cepat untuk membasminya adalah dengan menuangkan air panas mendidih ke dalam tempat sampah secara perlahan. Setelah itu, tambahkan campuran sabun cuci piring dan sedikit cairan pemutih agar belatung mati sepenuhnya dan tidak muncul kembali. 

Gunakan sarung tangan agar tetap higienis, lalu buang belatung yang sudah mati bersamaan dengan air bekas cucian. Setelah bersih, keringkan tempat sampah dan taburkan baking soda sebelum digunakan lagi. Langkah ini mungkin terlihat menjijikkan, tetapi jauh lebih baik dilakukan segera daripada dibiarkan semakin parah.

Belatung bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga bisa menjadi sumber penyakit jika dibiarkan berkembang. Kabar baiknya, Anda tidak perlu alat mahal atau bahan berbahaya untuk mencegahnya. Cukup dengan membungkus sampah dengan benar, memisahkan jenis sampah, membersihkan tempat sampah secara rutin, serta membuangnya setiap hari, maka belatung tidak akan punya kesempatan untuk berkembang biak. 

Ingatlah bahwa rumah yang bersih bukan hanya terlihat rapi, tetapi juga bebas dari bau dan gangguan serangga. Jadi sebelum belatung muncul dan membuat Anda mual, lebih baik lakukan tindakan pencegahan sejak sekarang. Tempat sampah bersih, rumah pun terasa lebih nyaman!

Jika Anda sedang mencari properti yang aman, nyaman dan berada di lokasi strategis,  Anda bisa jatuhkan pilihan ke Ray White CBD Jakarta. Ray White CBD Jakarta hadir untuk membantu Anda berikan solusi properti terbaik. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Dapatkan informasi lebih lanjut di website Ray White CBD Jakarta di https://cbdjakarta.raywhite.co.id/. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)