logo-raywhite-offcanvas

30 Jan 2026 NEWS 7 min read

Mengapa Kerupuk Harus Dijemur Terlebih Dahulu? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kerupuk merupakan camilan yang sangat populer di Indonesia, bahkan bisa dibilang menjadi pelengkap wajib di meja makan masyarakat Nusantara. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, ...

Kerupuk merupakan camilan yang sangat populer di Indonesia, bahkan bisa dibilang menjadi pelengkap wajib di meja makan masyarakat Nusantara. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, dan cara menikmatinya yang bisa dikombinasikan dengan berbagai hidangan membuat kerupuk tak pernah kehilangan penggemar. Namun, sebelum kerupuk dinikmati dalam keadaan matang dan renyah, ternyata ada proses penting yang harus dilakukan, yaitu menjemur kerupuk terlebih dahulu sebelum digoreng. Banyak orang mungkin hanya mengikuti kebiasaan ini tanpa tahu alasan di baliknya. 

Padahal, proses penjemuran memiliki fungsi yang besar dalam menentukan kualitas dan hasil akhir kerupuk saat dimasak. Lalu sebenarnya, mengapa kerupuk perlu dijemur dulu sebelum dimasak? Berikut penjelasan lengkapnya yang perlu Anda ketahui.

Proses Penjemuran sebagai Tahap Pengeringan yang Sangat Penting

Kerupuk umumnya dibuat dari bahan tepung, tambahan perasa, dan kadang dicampur dengan ikan, udang, atau bahan lainnya. Campuran tersebut kemudian dikukus atau direbus hingga matang, baru dipotong-potong dan dikeringkan. Nah, proses pengeringan inilah yang menjadi kunci utama. Kerupuk yang sudah dipotong masih mengandung kadar air cukup tinggi sehingga teksturnya lembek dan tidak bisa langsung digoreng. 

Jika kerupuk yang masih basah dipaksakan masuk ke minyak panas, maka hasilnya tidak akan mengembang sempurna, bahkan cenderung keras dan bantat. Selain itu, sisa air yang terperangkap dalam kerupuk bisa menimbulkan percikan minyak yang sangat berbahaya saat proses penggorengan.

Oleh karena itu, kerupuk harus melalui proses pengeringan hingga kadar air di dalamnya sangat rendah. Biasanya, metode alami yang sering digunakan masyarakat adalah dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Penjemuran membantu mengurangi kelembaban secara bertahap hingga akhirnya kerupuk menjadi kering dan keras. Dengan kondisi tersebut, kerupuk siap digoreng dan akan mengembang sempurna ketika terkena minyak panas. Inilah alasan utama kenapa penjemuran merupakan proses penting dalam pembuatan kerupuk tradisional.

Bantu Kerupuk Mengembang Sempurna Saat Digoreng

Salah satu hal yang paling disukai dari kerupuk adalah teksturnya yang mengembang besar dan renyah ketika digigit. Nah, hasil kerupuk yang mengembang ini ternyata tidak bisa tercapai jika proses penjemuran dilakukan secara asal-asalan. 

Kerupuk yang dijemur hingga benar-benar kering memiliki rongga udara kecil di dalam struktur adonannya. Ketika kerupuk yang sudah kering masuk ke minyak panas, udara di dalamnya akan memuai dengan cepat sehingga menghasilkan tekstur yang mengembang dan renyah. Sebaliknya, jika kerupuk masih lembab atau setengah kering, ekspansi udara tidak berjalan maksimal.

Selain itu, penjemuran juga membantu memastikan kerupuk tidak menyerap terlalu banyak minyak. Kerupuk yang masih mengandung air cenderung lebih lama matang dan menyerap minyak lebih banyak, sehingga hasilnya menjadi lebih berminyak dan tidak sehat. Jadi, semakin kering kerupuk sebelum digoreng, semakin bagus pula kualitas yang dihasilkan.

Meningkatkan Daya Tahan dan Kualitas Simpan Kerupuk

Tahukah Anda bahwa kerupuk yang tidak kering sempurna berpotensi cepat berjamur? Hal ini karena sisa air dalam kerupuk bisa menjadi media yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Dengan menjemur kerupuk hingga benar-benar kering, umur simpan kerupuk akan jauh lebih panjang dan aman dikonsumsi. Proses pengeringan alami dengan sinar matahari juga membantu mengurangi kelembaban yang dapat menyebabkan kerusakan rasa serta bau tidak sedap.

Kerupuk kering dapat disimpan berbulan-bulan tanpa takut rusak, selama ditempatkan dalam wadah kedap udara atau tertutup rapat. Inilah salah satu keuntungan penjemuran: kerupuk dapat diproduksi secara massal dan disimpan dalam jangka waktu lama sebelum akhirnya digoreng dan disajikan. Jadi, penjemuran bukan hanya soal rasa dan tekstur, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan.

Proses Penjemuran Membantu Mengurangi Bau Tidak Sedap

Beberapa jenis kerupuk, terutama yang berbahan ikan atau udang, biasanya memiliki aroma khas yang kuat setelah proses perebusan atau pengukusan. Jika tidak dikeringkan dengan baik, aroma amis tersebut bisa menetap dan menjadi semakin tajam ketika kerupuk digoreng. 

Penjemuran di bawah sinar matahari tidak hanya mengeringkan kerupuk, tapi juga membantu menghilangkan bau yang tidak diinginkan. Sinar matahari memiliki sifat yang dapat mengurangi kelembaban sekaligus membantu proses alami yang membuat aroma makanan lebih netral dan enak saat dinikmati.

Kerupuk Lebih Aman dan Tidak Meledak saat Digoreng

Salah satu risiko ketika menggoreng kerupuk yang masih basah adalah terjadinya letupan minyak panas yang dapat menyambar ke kulit dan menyebabkan luka bakar. Hal ini terjadi karena ketika air bertemu minyak panas, air akan langsung berubah menjadi uap dan mengembang cepat. Karena tekanan uap tersebut tidak memiliki tempat untuk keluar, kerupuk bisa meledak di dalam minyak. 

Dengan menjemur kerupuk terlebih dahulu, kadar air berkurang sehingga risiko percikan dan letupan dapat dihindari. Proses penjemuran ini membuat penggorengan menjadi lebih aman, terutama bagi pedagang kaki lima yang setiap hari menggoreng kerupuk dalam jumlah banyak.

Solusi Alternatif Jika Cuaca Tidak Mendukung untuk Menjemur

Meskipun penjemuran merupakan cara paling umum dan murah dalam proses pengeringan kerupuk, cuaca cerah tidak selalu bisa diandalkan, terutama saat musim hujan. Untungnya, perkembangan teknologi memberikan solusi alternatif untuk mengeringkan kerupuk. 

Beberapa produsen kini menggunakan oven pengering atau mesin dehydrator yang bisa mengendalikan suhu dan kelembaban dengan lebih stabil. Cara ini membantu mempercepat proses produksi dan memastikan kerupuk tetap kering sempurna meski tidak dijemur di bawah sinar matahari.

Namun, penggunaan oven juga membutuhkan biaya lebih dan konsumsi energi yang tidak sedikit. Karena itu, pedagang tradisional masih lebih mengandalkan matahari sebagai metode utama. Selain gratis dan ramah lingkungan, sinar matahari dianggap bisa memberikan hasil pengeringan yang lebih alami.

Budaya Kuliner: Menjemur Kerupuk sebagai Tradisi Turun-Temurun

Penjemuran kerupuk juga menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Indonesia. Banyak rumah tangga dan UMKM yang masih mempertahankan metode tradisional ini karena diwariskan dari generasi ke generasi. Aktivitas menjemur kerupuk sering ditemui di halaman rumah, teras, atau bahkan pinggir jalan di banyak daerah di Indonesia. 

Pemandangan tersebut bukan hanya mencerminkan aktivitas usaha rumahan, tetapi juga menggambarkan kearifan lokal dalam memanfaatkan kondisi alam sekitar untuk kegiatan produksi makanan. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan hingga kini tetap bertahan karena terbukti efektif dan memberi hasil terbaik.

Menjemur Kerupuk Memiliki Pengaruh Rasa dan Tekstur 

Satu hal yang menarik dari kerupuk adalah keragamannya. Ada kerupuk ikan, kerupuk udang, kerupuk bawang, kerupuk kulit, hingga kerupuk khas daerah seperti kerupuk kemplang dan kerupuk opak. Masing-masing memiliki metode penjemuran yang sedikit berbeda bergantung pada bahan yang digunakan. Misalnya, kerupuk kulit memerlukan waktu penjemuran lebih lama karena struktur daging kulit yang lebih tebal dan padat. Sementara kerupuk berbahan tepung dengan potongan tipis biasanya lebih cepat kering.

Menjemur kerupuk terlalu sebentar akan membuat hasil gorengan tidak maksimal. Namun, jika terlalu lama di bawah sinar matahari, warna kerupuk bisa berubah menjadi terlalu pucat atau bahkan mengalami penurunan cita rasa. Jadi, proses penjemuran juga memerlukan pengalaman dan ketelitian agar hasil yang diperoleh tetap optimal.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penjemuran merupakan tahap penting yang tidak bisa dilewatkan dalam pembuatan kerupuk. Proses ini memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu kerupuk mengembang sempurna saat digoreng, meningkatkan umur simpan, mengurangi risiko percikan minyak, menghilangkan bau tidak sedap, hingga menjaga kualitas rasa dan tekstur. Dengan menurunkan kadar air secara optimal, kerupuk menjadi lebih ringan, kering, dan siap untuk menghasilkan sensasi renyah yang selalu dinantikan para pecinta kerupuk di seluruh Indonesia.

Jadi, jangan heran jika Anda sering melihat kerupuk berjejer di bawah sinar matahari sebelum akhirnya masuk ke dalam wajan penuh minyak panas. Semua itu dilakukan demi menghadirkan kerupuk lezat yang gurih, renyah, dan aman untuk dinikmati. Kerupuk bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal proses. Dan proses penjemuran adalah salah satu rahasianya.

Jika Anda sedang mencari properti yang aman, nyaman dan berada di lokasi strategis,  Anda bisa jatuhkan pilihan ke Ray White CBD Jakarta. Ray White CBD Jakarta hadir untuk membantu Anda berikan solusi properti terbaik. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Dapatkan informasi lebih lanjut di website Ray White CBD Jakarta di https://cbdjakarta.raywhite.co.id/. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)