Lantai adalah salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan setiap hari. Setiap langkah, aktivitas, bahkan cipratan minyak dari dapur bisa meninggalkan bekas yang membuat lantai tampak kusam dan licin. Salah satu masalah yang sering terjadi di rumah-rumah Indonesia adalah lantai yang mudah berminyak baik karena aktivitas memasak, tumpahan makanan, atau debu yang bercampur dengan sisa minyak. Meski terlihat sepele, lantai yang berminyak bukan hanya membuat rumah tampak kotor, tetapi juga berbahaya karena dapat menyebabkan tergelincir.
Menjaga lantai agar tidak mudah berminyak memang membutuhkan perhatian khusus. Namun, dengan kebiasaan sederhana dan perawatan yang konsisten, lantai rumah bisa tetap bersih, kesat, dan nyaman dipijak setiap hari. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai cara menjaga kebersihan lantai agar tidak mudah berminyak, mulai dari penyebabnya, jenis-jenis lantai, hingga langkah-langkah pembersihan yang tepat.
Mengapa Lantai Mudah Berminyak? Kenali Penyebabnya Terlebih Dahulu
Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami dulu apa yang menyebabkan lantai mudah berminyak. Pada dasarnya, minyak di lantai bisa berasal dari dua sumber utama: aktivitas manusia dan lingkungan sekitar.
Di area dapur, lantai mudah berminyak karena percikan minyak saat menggoreng atau memasak makanan berlemak. Tetesan kecil ini sering kali tidak langsung terlihat, namun seiring waktu akan menumpuk dan meninggalkan lapisan licin. Selain itu, kebiasaan berjalan ke area lain tanpa membersihkan kaki setelah dari dapur juga bisa memindahkan minyak ke ruang tamu atau kamar.
Sementara itu, di area luar ruangan seperti teras, minyak bisa berasal dari kendaraan bermotor, terutama jika sering diparkir di sana. Tetesan oli atau bahan bakar yang jatuh sedikit demi sedikit akan membuat lantai terlihat kusam dan berminyak.
Selain dua hal tersebut, debu dan polusi udara juga berperan. Debu yang bercampur dengan kelembaban atau sisa minyak dari udara dapur dapat menempel di lantai, terutama pada lantai keramik yang permukaannya halus.
Jenis Lantai dan Perawatan yang Berbeda
Tidak semua jenis lantai memiliki karakter yang sama. Setiap bahan memiliki pori-pori dan tekstur yang berbeda, sehingga cara merawatnya pun tidak bisa disamakan. Berikut beberapa jenis lantai yang umum digunakan di rumah dan cara perawatan dasarnya agar tidak mudah berminyak.
1. Lantai Keramik
Keramik merupakan jenis lantai yang paling banyak digunakan di rumah-rumah Indonesia. Permukaannya halus dan mudah dibersihkan, tetapi jika minyak menempel, lantai bisa menjadi sangat licin. Cara membersihkannya adalah dengan menggunakan larutan air hangat dan sabun cuci piring, kemudian disapu dengan kain pel atau microfiber. Air hangat membantu melarutkan lemak, sementara sabun mengangkat sisa minyak dengan efektif.
2. Lantai Granit atau Marmer
Lantai jenis ini biasanya ada di rumah modern dengan tampilan mewah. Namun, granit dan marmer cenderung lebih sensitif terhadap bahan kimia keras. Karena itu, hindari menggunakan cairan pembersih berbasis asam. Gunakan campuran air hangat dengan sedikit cairan pembersih lembut, lalu keringkan segera setelah dipel agar tidak meninggalkan bekas noda.
3. Lantai Vinyl
Vinyl adalah jenis lantai sintetis yang mulai populer karena tampilannya elegan dan mudah dibersihkan. Namun, minyak bisa membuat permukaannya cepat kusam. Untuk membersihkan vinyl, cukup gunakan campuran air dan cuka putih. Cuka mampu mengangkat sisa minyak tanpa merusak lapisan pelindung lantai.
4. Lantai Kayu (Parket)
Lantai kayu membutuhkan perhatian ekstra karena sifatnya yang menyerap cairan. Untuk menghindari minyak menempel, sebaiknya pel lantai kayu menggunakan lap setengah basah saja. Jangan gunakan air berlebihan karena bisa merusak permukaan kayu. Campuran air dan sabun cair lembut sudah cukup untuk menjaga kebersihannya.
Langkah-Langkah Menjaga Lantai agar Tidak Mudah Berminyak
Setelah mengenal penyebab dan jenis lantai, kini saatnya membahas cara-cara praktis menjaga kebersihan lantai agar tidak mudah berminyak. Langkah-langkah ini tidak hanya membuat rumah tampak bersih, tetapi juga membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan seluruh penghuni rumah.
1. Rutin Menyapu dan Mengepel Setiap Hari
Kebersihan lantai tidak bisa dijaga tanpa kebiasaan dasar ini. Menyapu setiap hari membantu mengangkat debu dan kotoran sebelum bercampur dengan minyak atau kelembaban. Setelah menyapu, lanjutkan dengan mengepel menggunakan air hangat yang dicampur cairan pembersih lembut. Air hangat efektif mengangkat sisa minyak yang tidak terlihat.
2. Gunakan Campuran Cuka dan Air untuk Membersihkan Lantai Dapur
Lantai dapur adalah area yang paling sering berminyak. Untuk membersihkannya, gunakan campuran satu bagian cuka putih dengan tiga bagian air hangat. Pel lantai dengan larutan ini, diamkan beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih. Cuka berfungsi sebagai penghilang lemak alami tanpa meninggalkan bau menyengat yang membahayakan.
3. Bersihkan Tumpahan Minyak Segera
Jangan biarkan tumpahan minyak mengering di lantai. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit dibersihkan. Gunakan tisu atau kain untuk menyerap minyak segera setelah tumpah. Setelah itu, pel bagian tersebut dengan air hangat dan sedikit sabun cair. Ini penting terutama di dapur, agar minyak tidak menyebar ke area lain.
4. Gunakan Baking Soda untuk Noda Membandel
Jika lantai sudah terlanjur berminyak dan licin, baking soda bisa menjadi solusi alami yang aman. Taburkan sedikit baking soda pada area yang berminyak, diamkan selama 10–15 menit, lalu gosok perlahan dengan kain lembab. Baking soda membantu menyerap minyak tanpa merusak permukaan lantai.
5. Pasang Keset di Area Strategis
Keset bukan hanya dekorasi, tapi juga alat penting untuk mencegah kotoran dan minyak terbawa ke dalam rumah. Letakkan keset di depan pintu masuk, dekat dapur, dan di area transisi antara ruang makan dan dapur. Pilih keset berbahan microfiber atau karet yang mudah menyerap minyak dan mudah dicuci.
6. Gunakan Pel dengan Serat Halus
Jenis kain pel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Hindari pel kasar yang bisa meninggalkan goresan. Gunakan pel microfiber karena seratnya halus dan mampu mengangkat sisa minyak dengan baik tanpa merusak permukaan lantai.
7. Hindari Menyapu dalam Kondisi Lantai Berminyak
Menyapu lantai yang masih berminyak justru membuat minyak menyebar ke area lain. Sebaiknya bersihkan dulu minyak menggunakan tisu atau kain, baru kemudian disapu dan dipel. Langkah ini sederhana namun sangat efektif menjaga agar lantai tetap kesat dan bersih.
Tips Tambahan Menjaga Kebersihan Berdasarkan Area Rumah
Selain membersihkan secara umum, ada baiknya menyesuaikan cara perawatan dengan area tertentu. Setiap bagian rumah memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan lantai.
1. Area Dapur
Gunakan alas anti-minyak di dekat kompor atau tempat menggoreng. Alas ini bisa dicuci dan mencegah minyak jatuh langsung ke lantai. Selain itu, bersihkan area dapur setiap selesai memasak, jangan menunggu sampai malam atau keesokan harinya.
2. Ruang Makan
Ruang makan sering terkena tumpahan makanan atau minuman. Biasakan untuk segera membersihkannya setelah makan, terutama makanan berlemak. Gunakan tisu dapur atau lap lembab sebelum noda mengering.
3. Ruang Tamu dan Kamar
Di area ini, minyak biasanya berasal dari debu dan polusi udara. Rutinlah mengepel minimal dua kali seminggu agar lantai tetap segar dan tidak licin. Gunakan cairan pembersih dengan aroma lembut agar ruangan terasa lebih nyaman.
4. Garasi dan Teras
Untuk area ini, minyak bisa berasal dari kendaraan. Gunakan pasir atau serbuk kayu halus untuk menyerap oli yang tumpah sebelum dibersihkan dengan sabun dan air. Hindari menggunakan air berlebihan karena dapat membuat minyak menyebar ke area lain.
Kebiasaan Kecil yang Membuat Lantai Lebih Awet dan Bersih
Menjaga lantai agar tidak mudah berminyak bukan hanya soal membersihkan, tapi juga tentang membangun kebiasaan kecil sehari-hari. Misalnya, selalu membersihkan kaki sebelum masuk rumah, tidak membawa sepatu dari luar, dan rajin mengganti keset. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu menjaga lantai tetap bersih lebih lama.
Selain itu, biasakan untuk tidak menunda membersihkan noda. Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil kemungkinan minyak meresap atau menempel kuat di permukaan lantai. Gunakan juga alat pembersih yang sesuai misalnya lap microfiber, pel berkualitas, dan cairan pembersih non-korosif agar permukaan lantai tidak cepat rusak.
Lantai yang bersih dan tidak berminyak bukan hanya mencerminkan kebersihan rumah, tetapi juga menunjukkan gaya hidup penghuninya. Rumah yang lantainya bersih akan terasa lebih nyaman, sehat, dan menyenangkan untuk ditempati. Menjaga lantai agar tidak mudah berminyak memang membutuhkan konsistensi, namun dengan langkah-langkah sederhana seperti rutin mengepel, segera membersihkan tumpahan minyak, menggunakan campuran pembersih alami seperti cuka atau baking soda, serta menerapkan kebiasaan kecil yang tepat semuanya bisa dilakukan tanpa memerlukan biaya besar.
Pada akhirnya, kebersihan rumah berawal dari kebiasaan sehari-hari. Lantai yang bersih bukan hanya sedap dipandang, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga. Jadi, mulai hari ini, jangan biarkan lantai rumahmu berminyak dan licin karena kenyamanan dimulai dari langkah pertama yang kita pijak setiap hari.
Jika Anda sedang mencari properti yang aman, nyaman dan berada di lokasi strategis, Anda bisa jatuhkan pilihan ke Ray White CBD Jakarta. Ray White CBD Jakarta hadir untuk membantu Anda berikan solusi properti terbaik. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Dapatkan informasi lebih lanjut di website Ray White CBD Jakarta di https://cbdjakarta.raywhite.co.id/. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!
Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)
Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)